Naskah Drama “Si Pitung Jagoan Betawi”

SI PITUNG JAGOAN BETAWI

  • Backsound : Ondel-ondel Betawi

Legenda yang berceritakan perjuangan seorang anak betawi. Ia bernama Pitung. Ia tinggal di sebuah kampung bernama kampung Bojong Kenyot. Dan dikampungya pula ia terkenal sebagai jagoan silat. Tak segan ia membantu banyak tetangganya yang membutuhkan bantuan. Tak lain seperti saat kampungnya di datangi oleh Belanda. Sejak kampung Bojong Kenyot didatangi Belanda, seing terjadi bentrok antara penduduk kampung dengan Belanda.

Dan pada saat itu pula Menir Belanda dengan 2 putri dan 1 anak buahnya pergi untuk mencari makan di sekitar kampung Bojong Kenyot.

Menir : “Ayo kita mengisi perut di kedai itu!” (menunjuk sebuah kedai di pinggir jalan)

Maria : “Yuk pih.” ( Menggandeng tangan Menir)

Lala : “Asiik pih, yuk cepat!”

(Di kedai makan mak Pitung)

Menir : “Disini orang pada makan apa?”

Emak : “Disini cuma ada makanan biasa tuan.”

Menir : “I pesan yang itu, itu dan itu!” (menunjuk makanan yang diinginkan)

Emak : “Sebentar tuan saya ambilkan.” (mengambil makanan dan memberikan ke Menir dan 2 anaknya)

Karena Menir keluar dengan seenaknya, maka terjadilah keributan antara Menir dengan Emak . Melihat kejadian itu Pitung datang dengan emosi.

  • Backsound : Steven The Coconut Three

Emak : “Tuan, makanannya belum dibayar!”

Menir : “You memerintah I? Apa you orang tidak tau I ini siapa?” (mengcaungkan jari telunjuk ke arah emak)

Emak : ”Maaf tuan, bukannya saya memerintah tuan tapi memang begitu peraturannya.”

Menir : “You tidak menghormati I ! “ (menggebrak meja)

Pitung : (Datang dengan emosi kepada Menir dan langsung menggebrak meja)

Menir : “Maksud you apa? Kurang ajar!”

Pitung : “Emang lu siapa? Beraninya ganggu emak gue ame penduduk sini!”

Menir : “I yang berkuasa disini!”

Ptung : “Lu yang berkuasa di daerah sini? Walaupun elu yang berkuasa, tapi ini tanah kelahiran gue!”

Menir : “ You orang terlalu banayak omong, penceeeeng habisi dia!” (mengacungkan jari telunjuk ke arah Pitung)

Penceng : “Baik tuan”

Perkelahianpun dimulai ….

  • Backsound : I’m Not Okay (instrument)

Dan akhirnya penceng berhasil di kalahkan si Pitung. Menir pun pulang dengan Pencengnya.

  • Backsound : Joe Satriani

Pitung : “Rasain lo! Lu gak tau siapa gua? Jagoan betawi nih!” (berkacak pinggang)

Emak : “ Makasih ya tung, udah nolongin aye!” (menghampiri si pitung)

Pitung : “Iye sama-sama.”

Emak : (masuk lagi ke dalam kedai)

Maria dan Lulu : (menghampiri Menir dan Penceng dengan raut wajah yang bertanya-tanya)

Maria : “Papih, what happen?”

Penceng : “Non, aye dihajar sama orang betawi itu.”

Lala : “ Memang siapa orang itu?”

Penceng :” Katanya sih namanya Pitung.”

Maria :”siapa Pitung?”

Lala :”Yeah, who’s that?”

Penceng :”Banyak yang bilang dia jagoan betawi.”

Pitung : (keluar kedai dan bertemu dengan Dudung)

Dudung :”Eh, pitung, lo gak liat orang lagi pada ngumpul itu?”

Ptung :”ooh, itu yang tadi habis ngajak ribut sama gue.”

  • Backsound : Boby feat Kimba – Somebody That I use to know

Pitung dan Dudung pun menghampiri Menir. Dan tidak sengaja Pitung bertatap muka dengan Maria. Karena Menir melihat Pitung melihat Maria, Menir menegur Pitung.

Pitung :”Eh Menir, ngapain lo masih disini?”

Menir :”Hehe, you orang mau ngapain liat liat anak I?” (dengan tangan yang hampir memukul Pitungdan Pitunpun menangkis dengan silatnya.

Pitung :”Whets . . Ngapain lo?”

Dudung : ”Udahlah tung, ga ada gunanya lu berantem sama tuh orang.” (menarik Pitung)

Lalu mereka berpisah dan kembali ke rumahnya masing-masing.

Keesokan harinya Maria dan Lala sedang berjalan jalan di taman. Tak sengaja, mereka bertemu dengan Pitung dengan menatap mata dan pada saat itu benih benih cintapun tertanam di hati Pitung dan Maria.

  • Backsound ; Slank – Pandangan Pertama

Pitung :”Hey nona nona, ngapain disini?”

Maria :”Sedang jalan-jalan.” (tersipu malu)

Lala :”Iya, kita orang lagi cari udara segar. Sister I mau kesana dulu ya, cari angin.” (meninggalkan Pitung dan Maria)

Maria : “Iya, jangan jauh jauh.”

Pitung :”Kalau boleh tau, nama nona siapa?” (sambil menyodorkan tangannya, dan sampai Pitung pun lupa kalau dia bukan muhrimnya)

Pitung :”Astagfirullah, maaf non.”

Maria :”Nama I Maria, and nama you siapa?”

Pitung :”Nama aye Pitung.”

Maria :”Pitung, spsksh you ingin menemani I untu berjalan- jalan kelilinh kampung ini?”

Pitung :”Iya, baiklah.”

  • Backsound : A Thousand Years

Akhirnya, merekapun berjalan jalan dan Maria memperlihatkan sebuah kalung kepada Maria. Tak disangka, penceng melihat mereka berdua dan langsung melaporkan ke Menir. Alhasil Menir pun marah dan menyuruh penceng untuk membawa Maria pulang.

Penceng :”Menir, nona Maria sedang berjalan jalan di kampung bersama si Pitung.”

Menir :”What over dongkrak?? Suruh pulang anak itu kalau perlu seret saja dia.”

Penceng :”Nona Maria, Tuan Menir menyuruh nona untuk menyeret nona pulang.”

Maria :”What? I dont want to go home.”

Penceng : (Menarik Maria)

Maria :”PITUUUUUUUUUUNG!!”

Pitung :”Gue BERJANJI kalau gue akan kembalikan ni kalung punya Maria.”

Sementara itu dirumah Menir, Maria menangis karena dimarahi oleh papinya.

  • Backsound : Yesterday – Kenny G

Maria :”Papih apa apaan sih penceng seret maria?” (menangis)

Menir :”Banyak omong you, go to room now!!”

Maria : (berlari ke kamarnya sambil menangis)

Lala :”Papih, jangan kejam sama sister kasihan dia.”

Menir :”you juga masuk kamar!”

  • Backsound : Fly to The Moon – Kenny G

Keeseokan harinya, Pitung datang ke rumah Menir dengan emosi bersama Dudung. Karena Menir mendengar terikan Pitung dan Dudung, ia menyuruh Penceng untuk melihatnya.

Pitung :”heh Menir, keluar lo!

Menir :”hey you penceng, coba liat siapa yang berteriak teriak!”

Penceng :”Oke tuan.” (melihat orang ke depan rumah)

Penceng :”heh. Ngapain lo terik teriak di rumah Menir gue?”

Pitung :”Panggil tuh Bos lu!”

Penceng😦 ke dalam rumah dan memberitahu ke Menir)

Menir :(ke depan rumah) “Eh, ngapain tou kesini?”

Pitung : “Ngapain lu kemarin suruh anak buah lo seret Maria pulang ? apa itu sikap BAPAK yang BAIK?”

Menir :”ah, you terlalu banyak omong, penceng, hajar dia!”

  • Backsound : Cannon

Penceng : ( mendekati Pitung dan siap untuk berkelahi)

Pitung : (menghampiri Penceng)

Dudung :”Tunggu dulu tung, buat apa kalau kita ada disini, ya ga? (menarik tangan Pitung)

Pitung :”Maksud lo?”

Dudung :”Dah.. biar gue yang lawan tuh anak buahnya.”

Pitung :”oke, terserah lo.”

Dan perkelahianpun terjadi antara Dudung dengan Penceng. Namun fakta berkata lain, Dudung dapat dikalahkan oleh Penceng karena memakai senjata. Pitung yang tak terima temannya terlukai menggantikan perkelahian dengan Penceng.

Pitung :”Eh, lo udah lukain teman gue, sini lo pada!”

  • Backsound : We are the champions
  • Backsound : My heart will go on

Dan Pitung memenangi pertarungan kali ini. Ia lalu bertanya terhadap Menir dimana Maria, ternyata setidak pengetahuannya, Maria di kunci di kamar bersama dengan adiknya.

Pitung :”Mana Maria?”

Menir :”Ia tak ada disini!”

Karena tidak bertemu dengan Maria dia langsung pulang bersama Dudung sekaligus untuk mengobati luka Dudung.

Lalu keesokan harinya, karena Menir kesal 2 kali kalah terhadap Pitung, ia mengadakan sayembara untuk menangkap Si Pitung dan membawanya terhadap Menir untuk dibunuh. Barang siapa yang bisa menangkap si Pitung akan mendapat hadiah yang sangat besar dan berharga. Sayembara itu hingga ke telinga Dudung, ia langsung tergiur dengan hadiah yang ditaruhkan.

(di kedai Emak)

  • Backsound : effect Chimes

Dudung :”wah, lumayan juga nih hadiah sayembarannya. Gimana kalo gue jebak tuh Pitung.” (duduk seenaknya)

Emak :”Apa lu bilang? Pitungkan udah baik sama kita semua, masa mau lo jebak? Teman apaan lo?”

Dudung :”Alah, nggak usah ikut campur deh mak! Jadi gimana? Lu mau nggak bantuin gue?”

Emak :”nggak lah, dasar lo KCB!”

Dudung : (keluar kedai)

  • Backsound : suara burung berkicau

Dudung pun jalan sendiri ke rumah si Menir dan mengasih tahu kelemahan si Pitung. Sedangkan Emak yang mengetahui hal itu langsung memperingatkan si Pitung yang sedang tidur.

Emak :”Pitung bangun! Lo kudu ati ati sama si Menir, si Dudung ada rencana mau ngejebak elo tuh demi hadiah!” (sambil membangunkan Pitung)

Pitung :”kagak mungkin Dudung kan sohib aye dari piyik mak (menhiraukan dan kembali tidur)

Emak :”Yee, dasar di peringatin kage percaye semoga ini anak aye kagak sampe kenape-kenape deh ya Allah.”

(dirumah Menir)

  • Backsound : Bob Marley – Greatest

Dudung :”Menir!!!”

Menir :”Heh penceng lihat siapa orang yang ada di depan rumah itu!”

Penceng :”Siap Menir!” (menuju keluar rumah) “Ea..Ngapain lu di rumah bos gua ha?”

Dudung :”Eh jangan ngotot dulu doong… bilangin tuh sama si Bos lu, gua tau dimana si Pitung sama kelemahannya.”

Penceng😦 Masuk ke rumah) “Menir, kata orang yang ada di luar dia tau dimana Si Pitung sama apa kelamahannya si Pitung.”

Menir :”WHAAAT?? Ayo keluar!” (keluar rumah).

Menir :”Sini sini, duduk dulu.” (sambil duduk) “Heh, emangnya you orang tau apa kelemahan si Pitung?”

Dudung : (mengikuti Menir) ”Wetss, tar dulu dong bos hadiahnya dulu manaa?”

Menir :”Okedeh, Penceeng, ambilkan hadiah itu untuknya.”

Penceng :”Baik tuan!!” (mengambil hadiah dan memberikan ke si Dudung)

Penceng :”Ini hadiahnya.”

Menir :”Ya sudaahh, apa kelemahan si Pitung?”

Dudung :”Oke, dia bisa mati jika ditembak dengan peluru emas.”

Menir :”Owh, peluru emas ya? OK, baiklah akan I coba saranmu ini.”

  • Backsound : kicauan burung

Keesokan harinya, Menir menyuruh Penceng menangkap si Pitung dan dibawa di sebuah lapangan. Menir juga menyuruh penceng untuk memberitahu ke semua warga kampung untuk berkumpul di lapangan, kecuali si Pitung.

(Kedai Emak)

Pitung :”Ini hari kedai emak sepi aja, kemana tuh orang-orang?”

Menir :”Heh penceng, tangkaplah si Pitung dan bawalah ke lapangan.” (berbisik)

Penceng :”Siap tuan.” (memegangi tangan si Pitung)

Pitung :”Lepasin gua! Ngapain lo pada bawa gua kesini?” (sambil bertanya-tanya dalam keadaan emosi)

Penceng :”Tenang aja tung, bos gua pengen dateng kesini.”

Pitung :”Eh pitung, gara-gara you sudah bikin I marah, I akan bunuh you dengan tangan I. HAAHAHAHA.”

Maria :”No papih No!” (sambil menangis dan memohon terhadap papihnya untuk tidak bunuh Pitung)

Pitung :”Sudahlah Maria, lu gak usah ada di situ.”

Lala : (Menarik Maria) ” Sudahlah sister, ayo dengarkan Pitung, eh you tolong bantu I untuk menarik Maria.” (Melihat ke Dudung)

Dudung :” yadeehh.”

Maria :”HELP ME PLEASE NOOW!!”

Menir : (mengokang pistolnya dan mengarahkan ke Pitung)

Pitung :”Ayo tembak gue.”

Menir : “Rasain nih.” (menembak peluru)

  • Backsound : battle 31, battle 38

Pitung : (menangkap peluru dengan mulutnya) “Hahaha, nggak kena kan? Lu nggak tau apa ni jurus cicak menangkap mangsanya.”

Menir pun kesal dan ia mengganti peluru pistolnya menjadi peluru emas, dan dia mengokang lagi pistolnya dan mengarahkan kepada si Pitung. Namun pada akhirnya pitung tidak dapat menangkis peluru emas itu dan tepat terkena di dadanya.

Menir :” Nih, I kasih you peluru emas I. Mati lo pitung.” (mengarahkan pistolnya ke arah Pitung)

  • Backsound : battle 31

Maria :”NOOOO, PITUUUUNG.”

  • Backsound : battle 38

Pitung : (memegangi dada nya dan merasakan kesakitan yang amat sangat sakit lalu jatuh tersungkur ke tanah)

  • Backsound : Butiran debu – Rumor

Maria :” PITUUNGGG!” (BERLARI MANGHAPIRI Pitung sambil menangis.”

Pitung : “Maria, ini kalungmu.” (merasakan kesakitan)

Maria : (mengambil kalung itu)

  • Backsound : Gugur Bunga

Saat Pitung sedang merasakan kesakitan, Dudung sangat menyesal dan sia langsung mengambil pistol yang ada di penceng lalu dia langsung menembak ke arah Menir. Dan pada akhirnya peluru itu menancap di dada si Menir, dan akhirnya Pitung dan Menir tidak bisa diselamatkan lagi. Maria tetap duduk di sebelah Pitung lalu akhirnya Lala membawa Maria untuk pulang dan menenangkan diri.

Lala :”Ayo sister.”

Dan pada akhirnya berkat perjuangan Pitung mereka semua hidup dengan tentram dan tidak bentrok lagi antara Belanda dengan Batavia. Maria memutuskan untuk tinggal di Batavia sedangkan Lala kembali ke Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s